I
Will Show You
Author : Andy Levront and Ryan Silverburg.Chapter 2
Hachiko Shinjite, Seorang gadis cupu yang harus menerima kenyataan bahwa pacarnya sendiri, Ryan Silverburg selingkuh dengan Eliza Graystar! Dan itulah awal pertemuan Andy Levront dan Hachiko Shinjite yang err… sangat tidak keren. Tapi, siapa yang mengira itulah awal perjalanan cinta sekaligus ‘Balas Dendam’ seorang Hachiko?
Rated : T, Indonesian – Romance/Drama, Levront & Hachiko.
Warning (!) : AU, Gaje Tingkat Dewa, Alur tidak jelas, MissTypo bersebaran*mungkin*. Disarankan saat baca Fic ini, Mata jangan ditutup.
And, Gak Suka, Gak Usah Baca.
I Will Show You
Seminggu sudah berlalu sejak kejadian Mengerikan yang dialami oleh Hachiko yang menyebabkan dirinya menangis seharian tanpa henti. Dan, dengan memanfaatkan kepergian orang tuanya yang pergi berbisnis keluar negri, Hachiko tidak pernah berangkat kesekolah dengan alasan yang simpel, Sakit (Demam Tinggi) yang dengan mudah di-iyakan oleh para guru dan kepala sekolah. Karena desakan dari kedua temannya yang sama keras kepalanya dengan dirinya sendiri, Hachiko hari ini berangkat ke sekolah dengan setengah hati karena ia masih belum siap bertemu dengan Ryan Silverburg dan Eliza Graystar.
Saat setibanya disekolah, Hachiko langsung disuguhkan pemandangan yang sangat menyakitkan. Ryan Silverburg sedang berciuman dengan Eliza Graystar dihalaman sekolah. Dan saat Silverburg melihat kedatangan Hachiko, Silverburg langsung mengumumkan kalo dia sudah putus dengan Hachiko dan sekarang dia telah berpacaran dengan Eliza Graystar. Dan tebak, semua orang malah terlihat bahagia mendengar keputusan Silverburg dan saat semua orang melihat Hachiko mereka langsung menertawakannya karena telah dicampakkan oleh Silverburg. akan tetapi, semua itu dihiraukan begitu saja oleh Hachiko karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi nanti saat dia berangkat sekolah. semua itu berkat kedua temannya (Alina dan Yuuki) yang memberitahukan situasi disekolah saat ini kepada Hachiko. Dengan santainya Hachiko berjalan melewati kerumunan orang-orang yang sedang mentertawakannya tersebut. Setibanya dikelas Hachiko langsung mendapat pelukan dari kedua temannya yang sangat disayanginya itu. "Selamat datang kembali Hachi-chan" ucap Alina dengan suara lembutnya. "Ohayou, Minikui-chan" Ucap Yuuki dengan suara dinginnya seperti biasa. Walaupun begitu Hachiko tahu kalo Yuuki sebenarnya sangat mengkhawatirkan dirinya. Mereka berdualah yang selalu memberi semangat terhadap Hachiko agar perasaannya terhadap Silverburg hilang. Tapi sekeras apapun dia berusaha, hasilnya tetap nihil. kegagalanlah yang selalu ditemuinya. Semakin Hachiko berusaha melupakan Silverburg, semakin kuat perasaan Hachiko terhadapnya. Setelah mengikuti pelajaran yang hanya dilalui Hachiko dengan melamun saja, bahkan jika ditanya pelajaran apa yang ada hari ini Hachiko pasti menjawab "Aku tidak tahu." itulah yang terpikir oleh Alina.
Teett.. Teett.. Teett..
Syukurlah pelajaran hari ini telah selesai dan sekarang waktunya untuk pulang. "baiklah anak-anak, karena bel pulang sudah berbunyi, maka ulangan super duper mematikan dari bapak akan ditunda sampai pertemuan berikutnya. yoosh~ bapak akhiri sampai disini, sekarang kalian bisa pulang kerumah kalian masing-masing." ucap sang guru killer yang menjadi wali kelasnya Hachiko, Alina dan Yuuki. 'haah~ akhirnya selesai juga.' ucap para siswa yang sudah terkapar tidak berdaya gara-gara pelajaran mematikan sang guru Killer tadi yang tentu saja mereka mengatakannya dalam hati.
>Dirumah Alina.
"haah~ akhirnya aku bisa pulang kerumahku tercinta... tapi... kenapa kalian berdua juga ada disini!!" ucap Alina sambil menunjuk Hachiko dan Yuuki yang sudah berada di kamarnya tersebut. "Itu karena..." dengan Pose kerennya, Hachiko siap menjelaskan dengan penuh kebanggaan.
Flashback ON.
Waktu sepulang sekolah.
"Alina, Yuuki.. pulang bareng yuk~" Ucap Hachiko dengan penuh semangat '45. "hee~ Minikui-chan sudah ceria lagi??" tanya Yuuki tapi dengan nada mengejek. "baiklah, Hachi -chan" ucap Alina agar Mood Hachiko tidak menjadi buruk lagi. "Yooossshhh!! Kalau begitu, ayo kita kerumah Alina!!" Ajak Hachiko yang masih dipenuhi semangat '45 "Nani??!!! kenapa kerumahku?" tanya Alina yang tidak mengerti kenapa Hachiko tiba-tiba mau kerumahnya. "Bukannya tadi sudah setuju?" Hachiko mengingatkan Alina apa yang telah dikatakan tadi."aku setuju untuk pulang bersama, tapi aku tidak setuju untuk pulang kerumahku!!” Tegas Alina kepada Hachiko yang masih terus memaksa untuk pulang kerumahnya. “Ohh~ Ayolah~ Kita kerumahmu ya, soalnya aku kangen sama Koseki-nii~” Ucap Hachiko dengan mata berbinar penuh Rasa Sayang. “Jadi, itu tujuanmu yang sebenarnya ingin pulang kerumahku..??” Tanya Alina yang sudah Sweatdrop akan pernyataan Hachiko barusan. “Tentu saja, kan Koseki-nii baru saja pulang setelah pergi selama 2 tahun keluar negri, dia juga pernah bilang kalau setelah pulang mau kasih Sesuatu~ KYAAA~ kira-kira apa ya?” Ucap Hachiko yang sudah ber-Blushing ria. ‘sudah kuduga, Hachiko memang mudah ditebak.’ Pikir Alina dan Yuuki secara bersamaan dan anehnya, kenapa yang dipikirkan mereka bisa sama ya? “baiklah, aku menyerah. Kau boleh mampir kerumahku, Hachiko. Puas?” Ucap Alina yang hanya ditanggapi Senyuman dari Hachiko.
Flashback OFF.
“baiklah, itulah ceritanya. Ngomong-ngomong, Koseki-nii di-” “sedang pergi keluar mencari kerja sambilan.” Tanya Hachiko kepada Alina tapi telah dijawab Alina sebelum Hachiko menyelesaikan perkataannya. “Sugoooiiii~ Alina bisa tahu apa yang diriku yang Manis dan Imut ini ingin katakan~” ungkap Hachiko yang terkagum akan temannya yang satu ini, ‘kenapa Alina selalu tahu apa yang ingin aku katakan ya?’ Tanya Hachiko dalam Hati. ‘Baka! Jalan pikiranmu terlalu mudah dibaca, Hachiko’ Ungkap Yuuki dalam Hati yang sudah tidak tahan dengan sikap hachiko yang tidak pernah berubah dari dulu. "Lupakan masalah itu. Sekarang, apa yang akan kau lakukan sekarang, Hachiko? Katanya kau mau balas dendam atau apalah itu.” Tanya Yuuki kepada Hachiko. “aku tidak tahu. Walaupun aku balas dendam. Tapi.., tapi.., aku tidak akan bisa mendapat laki-laki seperti dia lagi.” Jawab Hachiko yang langsung murung setelah mendapat pertanyaan Yuuki barusan.
"Oh, ayolah~ Masih banyak cowok yang lebih keren dari Si brengsek Ryan Silveburg itu." Keluh Alina yang melihat sahabatnya seperti mayat hidup sejak putus dengan Silverburg. "Memang mudah untuk mengatakannya, Alina-chan. kau tahu kan kalau aku ini hanyalah gadis cupu, karena itulah tidak mungkin cowok-cowok keren akan melirikku kecuali mereka tahu bahwa aku adalah orang kaya." Ucap Hachiko dengan tampang putus asa. "Hachi-chan, kau jangan pesimis seperti itu. kemana Hachiko yang kami kenal? Hachiko yang kami kenal tidak seperti ini, dia adalah seseorang yang melihat segala masalah dari sisi positifnya?" Hibur Alina saat melihat Hachiko yang langsung Murung setelah mendengar Jawaban Hachiko barusan. "Dilihat dari sisi manapun, masalah ini tidak ada sisi positifnya." balas Hachiko yang sudah putus asa akan Hidupnya sendiri. “Arrrggghhhh!! Baiklah!! Akan kubuat banyak laki-laki menyukaimu, bagaimana Hachiko?” Teriak Alina dengan suara yang sangat sangat keras sekali karena sudah bosan dengan segala keluh kesah Hachiko selama ini. “Apa maksudmu dengan membuatku disukai banyak laki-laki, Alina-chan?!” Tanya Hachiko yang ingin memastikan apa yang baru dikatakan oleh sahabatnya yang satu ini. “Aku akan membuatmu menjadi sangat cantik, dan dapat dipastikan banyak laki-laki akan mendatangimu. Hahahahahaa~ Percayalah padaku!!” Ucap Alina dengan percaya diri yang sangat tinggi setinggi menara Eiffel. “Kalau begitu, ayo kita ke Mall!!” Teriak Yuuki dan Alina Bersamaaan.
To Be Continued.
Note : Akhirnya Update juga~
Maaf Minna-san, kalau updatenya lama Banget. Soalnya lagi ga’ ada ide buat cerita ini. Makanya saya coba membuat cerita yang lain, dan hasilnya lumayanlah.. :D Nantikan cerita saya yang lain~!!! ;D
And, Arigatou Minna-san karena mau menyempatkan diri membaca cerita yang kami buat... Nantikan kelanjutan ceritanya ya~ \(^^,)/ *semoga ada ide lagi buat ngelanjutin cerita ini… -_-*
